Keindahan Obyek Wisata Gereja Sayidan yang Bergaya Arsitektur Khas Eropa

Gereja Gotik atau lebih dikenal sebagai Gereja Sahidan beberapa tahun belakangan memang menjadi salah satu tempat wisata populer di Jogja yang sering didatangi oleh para wisatawan. Pasalnya, bentuk bangunan dari Gereja Sayidan yang mengadopsi gaya arisitektur khas Eropa ini terlihat begitu indah dan megah. Sehingga tak mengherankan bila gereja ini mampu menarik perhatian banyak khalayak umum, baik mereka yang tinggal di sekitar Jogjakarta ataupun wisatawan yang berasal dari luar daerah.

Daya Tarik Gereja Sayidan

Terletak di salah satu gang sempit yang ada di kawasan Sayidan, Gondomanan, Jogjakarta, keberadaan gereja ini memang bisa dibilang sudah tak terawat lagi. Beberapa masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pun menganggap bahwa Gereja Sayidan sebagai bangunan cagar alam yang usianya sudah mencapai ratusan tahun. Bahkan saking tuanya banyak orang yang beranggapan bahwa tempat wisata populer di Jogja ini merupakan bangunan angker dengan segala isu mistis yang berkembang di masyarakat.

Setelah ditelusuri lebih lanjut tentang asal muasalnya, ternyata Gereja Sayidan dan memiliki bentuk dan gaya arsitektur seperti bangunan di berbagai film Disney ini bukankah tempat beribadah bagi umat Kristen, melainkah rumah hunian milik keluarga keturunan Tionghoa yang bernama Thietikhien. Keluarga Thietikhien sendiri dulunya mempunyai sebuah usaha konfeksi yang  mereka jalankan di rumah tersebut.

Mulanya bentuk bangunan dari Gereja Sayidan tidak seperti sekarang ini. Setelah Thietikhien meninggal, anak keduanya yang kala itu baru saja pulang dari Belanda setelah menyelesaikan gelar spesialis kesehatan berinisiatif untuk melakukan renovasi pada rumah mereka. Selain itu anak bungsu dari keluarga Thietikhien ini juga merupakan pendiri Museum Ullen Sentalu (salah satu museum tersohor di Kota Jogja).

Karena keindahan dan bentuknya yang terkesan eksotis, tempat ini juga pernah dijadikan sebagai lokasi syuting video klip oleh solois kenamaan Indonesia, Ari Lasso. Terlepas dari segala mitos yang pernah beredar di masyarakat, bangunan ini memang bukan sebuah gereja dan tak pernah ada aktivitas peribadatan umat Kristen di dalamnya.